Harga Minyak Dunia Jatuh Akibat Profit Taking
Sindonews.com
- Harga minyak di perdagangan global jatuh karena aksi ambil untung (profit taking),
setelah terjadi kenaikan semalam serta ekspektasi Federal Reserve AS (The Fed)
akan mulai menarik kembali program stimulus pekan ini.
Kontrak utama New York, minyak West Texas
Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 21 sen menjadi USD97,27 per
barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Februari, kehilangan 65
sen berdiri di USD108,76 per barel pada perdagangan di London.
“Minyak berjangka Brent tergelincir, setelah
kenaikan terbesar dalam dua pekan mendorong investor menjual jelang pertemuan
kunci Fed AS. Di mana bank sentral dapat mengambil keputusan mulai
melakukuan
tapering stimulus," kata analis Investec dalam catatan
penelitiannya, seperti dilansir dari AFP, Selasa (17/12/2013).
Pasar sekarang fokus pada Federal Reserve AS,
yang akan mengungkap hasil dari dua hari pertemuan kebijakan moneter terbaru,
Rabu (17/12/2013) waktu setempat.
Kebijakan utama Fed akan memutuskan apakah
pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat mendorong tapering off program pembelian obligasi USD85 miliar
per bulan.
Di sisi lain, patokan Eropa, minyak mentah
berjangka Brent sempat melonjak tinggi, setelah demonstran bersenjata di Libya
menolak mengangkat blokade panjang terminal minyak utama di bagian timur negara
itu.
ANALISIS :
Seharusnya harga minyak dunia dalam
perdagangan tidak terlalu mahal dan tidak terlalu mengambil keuntungan yang
besar karena bisa menyebabkan kelangkaan. Minyak berjangka Brent tergelincir,
setelah kenaikan terbesar dalam dua pekan mendorong investor menjual jelang
pertemuan kunci Fed AS. Di mana bank sentral dapat mengambil keputusan mulai
melakukuan
tapering stimulus.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar