1. Coba
anda berikan contoh tulisan ilmiah populer, dengan topik persitiwa-peristiwa
yang terjadi saat ini !
Jawab :
Ekonomi Pembangunan
Terhadap Pengangguran di Indonesia
Pengangguran di
Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin
bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius
daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang
menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara
berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi
yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat
daripada pertambahan penduduk yang
berlaku. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke
tahun semakin bertambah serius. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain,
yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah
pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari
kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan
hubungan kerja, yang disebabkan antara lain : perusahaan yang
menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang
kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses
ekspor impor, dan lain-lain. Masalah pengangguran akan menimbulkan dampak yang
negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dampak negatif dari
pengangguran adalah kian beragamnya tindakan kriminal, makin banyaknya jumlah
anak jalanan, pengemis, pengamen perdagangan anak dan sebagainya sudah menjadi
patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus yang
sulit di berantas. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkan
korban-korban sosial yang tidak bernilai. Menurunnya kualitas sumber daya
manusia, tidak di hargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan
korban sosial dari penyakit sosial. Oleh karena itu, persoalan pengangguran ini
harus secepatnya di pecahkan dan dicari jalan keluarnya. Namun demikian, perlu
disyukuri karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dalam satu tahun terakhir
atau hingga kuartal pertama tahun 2010 menunjukkan adanya sedikit perbaikan.
Hal ini digambarkan dengan adanya peningkatan kelompok penduduk yang bekerja
serta menurunnya angka pengangguran. Pada kuartal pertama tahun 2010 jumlah
angkatan kerja mencapai 116 juta orang naik 2,26 juta orang dibandingkan dengan
tahun sebelumnya kuartal yang sama tahun 2009 yang sebesar 113,74 juta orang.
Sedangkan penduduk yang bekerja juga terjadi peningkatan, pada kuartal pertama
tahun 2010 mencapai 107,41 juta orang naik dari kuartal pertama tahun 2009
sebesar 2,92 juta orang yang sebelumnya 104,49 juta orang. Sementara itu,untuk
jumlah pengangguran di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2010 mencapai 8,59
juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja, mengalami penurunan
sekitar 670 ribu orang jika di
bandingkan dengan tahun sebelumnya atau kuartal pertama tahun 2009 yang sebesar
8,14 persen. Naiknya jumlah penduduk yang bekerja pada kuartal pertama tahun 2010
ini terutama di sektor jasa kemasyarakatan yakni sebesar 1,62 juta orang (11,52
%) dan di sektor pertanian sebesar 1,22 juta orang (2,92 %). Sedangkan sektor
yang mengalami penurunan yakni sektor konsumsi sebesar 11,70 persen dan sektor
transportasi sebesar 4,91 persen. Dengan demikian sektor jasa kemasyarakatan,
industri dan perdagangan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja
pada kuartal pertama tahun 2010.Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan.
Secara sederhana kegiatan
formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan
status pekerjaan. Dari kategori status pekerjaan utamapekerja formal mencakup
kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan,
sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
pada kuartal pertama tahun 2010 sebanyak 33,74 juta (31,42%) pekerja Indonesia
bekerja pada kegiatan/sektor formal ada 73,67 juta orang (68,58%) bekerja pada
sektor informal. Dari 107,41 orang yang bekerja pada waktu yang sama, status
pekerja utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan yakni mencapai 30,72 juta
atau sekitar 28,61 persen, kemudian diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap
(buru harian/borongan) sebesar 21,92 juta orang atau 20,41 persen dan berusaha
sendiri sejumlah 20,46 juta orang atau 19,05% sedangkan sisanya adalah berusaha
dibantu buruh tetap. Penduduk bekerja menurut pendidikan.Jumlah penduduk yang
bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan
pendidikan mengalami kenaikan, di mana pada kuartal pertama tahun 2009 pekerja
yang bekerja dengan tamatan Universitas sebanyak 4,22 juta orang, untuk kuartal
yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 4,94 juta orang. Sementara untuk tenaga
kerja yang bekerja dengan tamatan Diploma 1/11/ III pada kuartal pertama tahun 2009
sebanyak 2,68 juta orang pada kuartal yang sama tahun 2010 naik menjadi 2,89
juta orang sementara untuk pekerja dengan pendidikan terakhir sekolah menengah
kejuruan juga terjadi peningkatan, pada kuartal pertama tahun 2009 sebanyak
7,19 juta orang untuk kuartal yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 8,34 juta
orang.
Sementara pada waktu yang
sama, pekerja pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar ke bawah masih tetap tinggi
yakni sekitar 55,31 juta orang, sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan
tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 2,69
persen dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 4,60 persen.
Pemerintah pada tahun 2010 menargetkan angka pengangguran di Indonesia menjadi
8 persen, untuk memenuhi target tersebut pemerintah menargetkan pertumbuhan
ekonomi Indonesia sebesar 5-6 persen dengan pertumbuhan ekonomi tersebut
diharapkan bisa menciptakan 2,3 juta lapangan kerja baru. Namun pada waktu yang
bersamaan juga akan masuk angkatan kerja baru sekitar 2,1 juta orang. Dengan
target pemerintah pada tahun 2010 angka pengangguran di Indonesia menjadi 8
persen, jika dilihat dari data yang ada di BPS pada kuartal pertama tahun 2010
sudah bisa dikatakan berhasil, sebab menurut data yang ada di mana angka
pengangguran hanya sebesar 7,41 persen atau 8,59 juta orang.YanQ menjadi
pertanyaan dengan keberhasilan kuartal 1/2010 apakah angka tersebut bisa di
pertahankan hingga akhir tahun 2010 !.. , mengingat pada kuartal ketiga
merupakan masa-masa lulusan sekolah dan pada waktu yang bersamaan akan
menciptakan angkatan kerja baru yang mencapai 2,1 iuta orang. Oleh karena itu,
guna menanggulangi lonjakan angkatan kerja baru serta mengurangi angka
pengangguran perlu dilakukan sebuah langkah/cara yang kongkrit. Salah satu cara
yang realistis dalam jangka pendek yakni dengan memberdayakan sektor informal,
padat karya dan menciptakan jiwa kewirausahaan bagi kaum muda sehingga akan
bisa menciptakan pengusaha baru, di samping strategi jangka panjang seperti
pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah melalui kebijakan desentralisasi.
Sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur
tetapi kreatif dan menjadi pereda di tengah pasar global. Namun bukan berarti
sektor formal di abaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawab
sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi bangsa ini, maka sudah
waktunya sektor informal didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran.
Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis
produktif bagi pekerja-pekerja informal serta bisa dijadikan modal untuk
merintis usaha baru. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan
kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau
dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan
kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya
pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Sedangkan yang
di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya
tidak bekerja maupun mencari kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan
sekolah, menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan
kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Data yang dikeluarkan oleh Badan
Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada
kenyataan riil yang ada di lapangan. Bisa saja dalam kenyataannya angka
pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu.
Sumber :
http://id.scribd.com/doc/142877443/contoh-contoh-karya-ilmiah-docx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar