JAKARTA - Nilai tukar
Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya kembali ke kisaran Rp11.160
per USD. Meski demikian, tekanan ekonomi global masih menunjukkan adanya
tekanan.
Rupiah dalam perdagangan non-delivery forward (NDF) seperti dilansir dari
Bloomberg, Jumat (11/10/2013), dibuka melemah tipis Rp12 atau 0,1 persen
menjadi Rp11.160 per USD. Namun, pada pembukaan pagi ini, Rupiah dibuka melemah
ke Rp11.381 per USD, adapun pergerakan Rupiah ada di Rp11.045-Rp11.471 per USD.
Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengungkapkan bahwa nilai
tukar rupiah masih di bawah beberapa sentimen, salah satunya adalah indeks
keyakinan konsumen terhadap perekonomian Indonesia jatuh ke titik terendah
dalam 1,5 tahun terakhir dari yang 107,8 di Agustus menjadi 107,1 pada
September.
"Akan tetapi indeks yang masih berada di atas 100 menunjukkan
secara umum konsumen masih optimistis. Walaupun di satu sisi hal ini
menunjukkan kemajuan dalam usaha pemerintah menahan tekanan impor tapi dari sisi
pertumbuhan ekonomi ini adalah suatu kemunduran," kata dia dalam risetnya.
Sementara itu pemerintah mengumumkan bahwa sampai akhir kuartal
III telah menghabiskan Rp1.092,8 triliun anggarannya atau hanya sekitar 63,3
persen dari total anggaran.
"Pengeluaran untuk subsidi bahan bakar sedikit lebih cepat dari total yaitu sebesar 71,6% persen Dengan pendapatan yang mencapai Rp982,2 triliun, defisit anggaran adalah mencapai 2,38 persen dari PDB," tukas dia.
"Pengeluaran untuk subsidi bahan bakar sedikit lebih cepat dari total yaitu sebesar 71,6% persen Dengan pendapatan yang mencapai Rp982,2 triliun, defisit anggaran adalah mencapai 2,38 persen dari PDB," tukas dia.
ANALISIS
Menurut
saya, walaupun nilai tukar rupiah nya menurun tetapi keyakinan konsumen
terhadap perekonomian Indonesia masih optimis secara umum karena disatu sisi hal
ini menunjukkan kemajuan dalam usaha pemerintah menahan tekanan impor tapi dari
sisi pertumbuhan ekonomi ini adalah suatu kemunduran.
Seharusnya
Pemerintah bisa mengendalikan impor dan lebih mengutamakan ekspor, agar
keyakinan konsumen terhadap perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Dan juga
agar Indonesia bisa menekan nilai rupiah terhadap dollar.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar