Jumat, 18 Oktober 2013

TULISAN 2


AKUNTANSI KEUANGAN DAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian Akuntansi Keuangan
 
Akuntansi Keuangan adalah bidang Akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna pengambilan keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan produk akhir dari proses akuntansi. Untuk itu sebelum mendefinisikan pengertian laporan keuangan, perlu diketahui terlebih dahulu pengertian akuntansi dari beberapa pendapat para ahli berikut.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut IAI (2004), “Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen”.

 Pihak-pihak Yang Menggunakan Laporan Keuangan

   Pemakai Internal adalah sebagai berikut :
a. Pemilik perusahaan, dimana sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager dalam memimpin perusahaannya dan kesuksesan seorang manager biasanya dinilai dengan laba yang diperoleh perusahaan. Selain itu, laporan keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai, dan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai dimasa yang akan datang sehingga bisa menaksir bagian keuntungan yang akan diterima dan perkembangan harga saham yang dimilikinya.
b.  Manager atau pimpinan perusahaan, yang terpenting bagi management adalah bahwa laporan keuangan merupakan alat untuk mempertanggung-jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya periode yang baru lalu akan dapat menyusun rencana yang lebih baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaannya yang lebih tepat. Disamping itu, laporan keuangan akan dapat digunakan oleh manager untuk :
-         Mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan
-    Untuk mengukur efisiensi tiap-tiap bagian, proses atau produksi serta untuk        menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan
-   Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab
-      Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
c. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.

2.      Pemakai Eksternal adalah sebagai berikut :
a.      Investor, penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
b.  Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
c.       Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
d.   Pelanggan, para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
e.   Pemerintah, pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
f.   Masyarakat, perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Keterbatasan Laporan Keuangan
1.      Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final, seperti laporan keuangan bulanan, triwulan, atau enam bulanan.
2.      Laporan keuangan bersifat historis, dimana disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu. Jadi suatu analisa dengan memperbandingkan data beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap perubahan tingkat harga akan diperoleh kesimpulan yang keliru (misleading).
3.      Angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku (book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.
4.      Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang (dikuantifisir); misalnya reputasi dan prestasi perusahaan, sehingga laporan keuangan hanya memuat hal-hal yang material didalamnya.
5.      Laporan keuangan bersifat umum, sehingga tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu dan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan.

Jenis-jenis Laporan Keuangan
a.      Neraca
Neraca adalah daftar yang sistematis tentang aktiva, kewajiban / hutang, dan modal milik pemegang saham , yang bertujuan untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu, biasanya pada akhir kuartal atau akhir tahun tertentu.
Pos-pos neraca menurut mencakup :
- Aktiva berwujud
- Aktiva tidak berwujud
- Aktiva keuangan
- Investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas 
- Persediaan
- Piutang usaha dan piutang lainnya 
- Kas dan setara kas
- Hutang usaha dan hutang lainnya 
- Kewajiban yang diestimasi
- Kewajiban berbunga jangka panjang
- Hak minoritas
- Modal saham dan pos ekuitas lainnya.
b.      Laporan laba rugi
laporan laba-rugi adalah ikhtisar pendapatan dan beban yang menunjukkan hasil bersih (laba bersih atau rugi bersih) suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi.
Unsur – unsur laporan laba-rugi mencakup :
- Pendapatan
- Laba rugi usaha
- Beban pinjaman
- Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas
- Beban pajak
- Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan
- Pos luar biasa
- Hak minoritas
- Laba atau rugi bersih untuk periode berjalan
c.       Laporan perubahan ekuitas
Ekuitas/Modal Pemegang Saham adalah sisa aktiva dikurangi dengan kewajiban (passiva). Ekuitas pemegang saham meliputi :
-          Saham Biasa (Common Stock)
-          Modal Setoran Tambahan (Additional Paid-In Capital)
-          Laba Ditahan (Retained Earnings)

d.      Laporan arus kas
Dengan menghitung semua perubahan perkiraan neraca, termasuk kas, kemudian buatlah daftar semua perubahan- perubahan perkiraan itu, kecuali arus kas masuk atau kas keluar, dan golongkan arus itu ke dalam aktivitas operasi, financing, dan investasi. Arus kas masuk dikurangi arus kas keluar menyeimbangkan dan menjelaskan perubahan kas. Untuk mengklasifikasi perubahan-perubahan perkiraan neraca pertama-tama harus menelaah definisi empat bagian laporan arus kas.
-          Kas , termasuk kas dan surat-surat berharga yang likuid dalam jangka pendek disebut juga ekuivalen kas.
-          Aktivitas Operasi , yang termasuk di arus kas masuk, yaitu penjualan barang dagang, pendapatan dari jasa, pendapatan bunga aset yang menghasilkan (bunga), dan pendapatan ekuitas surat berharga (dividen). Selain itu, yang termasuk di arus kas keluar adalah pembayaran pembelian barang dagang, pembayaran untuk beban operasi (gaji, sewa, asuransi), pembayaran untuk pembelian kepada supplies di luar persediaan, pembayaran kepada pembeli pinjaman (bunga), dan pembayaran untuk pajak.
-          Aktivitas Investasi , yang termasuk di arus kas masuk adalah penjualan aktiva jangka panjang (properti, pabrik, peralatan), penjualan surat hutang atau ekuitas perusahaan lain (kecuali surat berharga yang diperlakukan sebagai setara kas), dan pengembalian dari pokok pinjaman kepada pihak ketiga. Kemudian yang termasuk di arus kas keluar, yaitu pembelian aktiva berumur panjang, pembelian surat hutang dan ekuitas perusahaan lain (kecuali trading securities), dan pinjaman kepada pihak lain-lain.
-          Aktivitas Financing , yang termasuk di arus kas masuk, yaitu: hasil dari pinjaman dan hasil dari penerbitan saham ekuitas sendiri. Sedangkan yang termasuk di arus kas keluar adalah pelunasan pokok pinjaman, pembelian kembali saham perusahaan sendiri, dan pembayaran dividen.

e.      Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan :
-          Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting.
-          Informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.
-          Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.


Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar