Tugas ke-empat
1. 1.
Apa peranan koperasi dalam
perekonomian indonesia
Jawab :
Pembangunan
koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah
koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha. Pada masa sekarang secara
umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan.
Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya
sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha
koperasi pada masa mendatang.
Peran
koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari:
1.
kedudukannya sebagai pemain utama
dalam kegiatan ekonomi di berbagai sector.
2.
penyedia lapangan kerja yang
terbesar.
3.
pemain penting dalam pengembangan
kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
4.
pencipta pasar baru dan sumber inovasi.
5.
sumbangannya dalam menjaga neraca
pembayaran melalui kegiatan ekspor.
Peran
koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian
nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa
mendatang.
Pemberdayaan
koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu
menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi
nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat
kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan
masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di
bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia
lainnya.
Sulit
mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan
tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika
terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan
hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
1.
Membangun dan mengembangkan potensi
dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.
Berperan serta aktif dalam upaya
mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.
Memperkokoh perekonomian rakyat
sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.
Berusaha untuk mewujudkan dan
mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas
kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
2. 2.
Sebutkan contoh-contoh koperasi yang
ada dimasyarakat
Jawab :
Pada
salah satu sekolah yang terletak dibogor yaitu SMA PLUS YPHP, terdapat kegiatan
koperasi yang mana anggotanya terdiri dari para guru dan staff di sekolah
tersebut. Nama koperasi tersebut adalah Koperasi Amanah Hasanah dan didirikan oleh Bpk. Eno Sukarna.
Koperasi tersebut di bentuk tahun 1996, jumlah anggota koperasi pada tahun 2012
adalah sekitar 90 s/d 100 anggota tetap.
Jenis koperasi yang dijalankan adalah yaitu koperasi simpan pinjam,
koperasi sekolah, dan koperasi jual beli. Dalam koperasi simpan pinjam batas
maksimal pinjaman adalah 5.000.000, bunga yang dikenakan 20% dari pinjaman dan
lamanya pinjaman tersebut dikembalikan adalah 10 bulan. Sedangkan dalam koperasi
sekolah dan jual beli , barang yang diperjualbelikan contohnya seperti baju
seragam sekolah, alat-alat tulis,buku-buku, sembako, makanan dan minuman. Susunan
anggota koperasi ini sebagai berikut :
Pembina : Drs. Tri Suharnowo, MM
Ketua :
Drs. Rakhmat
Sekretaris : Rully Ramadhansyah
Bendahara : Dra. Atik Widayati. A. Md
Penasehat : 1. Eno Sukarna
2. H.
Darmawan
Pengawas : 1. Luthfi, S. Ag
2.
Dra. Andayani Widayanti
Seksi Usaha : 1. Drs. Sumidi
2. Dra.
Lia Linawati
3. 3. Sebutkan program-program apa yang
sudah dijalankan oleh pemerintah dalam bidang koperasi
Jawab :
Selama era pembangunan jangka panjang tahap
pertama, pembangunan kopersi di Indonesia telah menunjukkan hasil-hasil yang
cukup memuaskan. Selain mengalami pertumbuhan secara kuantitatif, secara
kualitatif juga berhasil mendirikan pilar-pilar utama untuk menopang
perkembangan koperasi secara mandiri. Pilar-pilar itu meliputi antara lain:
Bank Bukopin, Koperasi Asuransi Indonesia, Kopersi Jasa Audit, dan Institut
Koperasi Indonesia.
Walaupun demikian, pembangunan koperasi selama PJP
I masih jauh dari sempurna. Berbagai kelemahan mendasar masih tetap mewarnai
wajah koperasi. Kelemahan-kelemahan mendasar itu misalnya adalah: kelemahan
manajerial, kelemahan sumber daya manusia, kelemahan modal, dan kelemahan
pemasaran. Selain itu, iklim usaha yang ada juga terasa masih kurang kondusif
bagi perkembangan koperasi. Akibatnya, walaupun secara kuantitatif an
kualitatif koperasi telah mengalami perkembangan, namun perkembangannya
tergolong masih sangat lambat.
Bertolak dari pengalaman pembagunan koperasi dalam
era PJP I itu, maka pelaksanaan pembangunan koperasi dalam era PJP II
diharapkan lebih ditingkatkan, sehingga selain koperasi tumbuh menjadi bangun
perusahaan yabg sehat dan kuat, peranannya dalam berbaai aspek kehidupan bangsa
dapat lebih ditingkatkan pula. Hal itu sejalan dengan salah satu sasaran
pembangunan ekonomi era PJP II, yaitu pertumbuhan koperasi yang sehat dan kuat.
Untuk mencapai sasaran itu, maka sebagaimana
dikemukakan dalam GBHN, kebijakan umum pembangunan koperasi yang dijalankan
oleh pemerintah dalam Pelita VI ini diarahkan untuk mengembangkan koperasi
menjadi makin maju, makin mandiri, dan makin berakar dalam masyarakat, serta
menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan di semua bidang usaha,
terutama dalam kehidupan ekonomi rakyat, dalam upaya mewujudkan demokrasi
ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, maka pembangunan
koperasi diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi, manajemen,
kewiraswastaan, dan permodalan dengan di dukung oleh peningkatan jiwa dan
semangat berkoperasi menuju pemantapan perannya sebagai sokoguru perekonomian
nasional.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar