Senin, 21 Januari 2013

TUGAS KEEMPAT



Tugas ke-empat

1.     1.   Apa peranan koperasi dalam perekonomian indonesia
Jawab :
Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha. Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha koperasi pada masa mendatang.
Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari:
1.      kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sector.
2.      penyedia lapangan kerja yang terbesar.
3.      pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
4.      pencipta pasar baru dan sumber inovasi.
5.      sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor.
Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.
Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
1.      Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.      Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

2.    2.    Sebutkan contoh-contoh koperasi yang ada dimasyarakat
Jawab :
Pada salah satu sekolah yang terletak dibogor yaitu SMA PLUS YPHP, terdapat kegiatan koperasi yang mana anggotanya terdiri dari para guru dan staff di sekolah tersebut. Nama koperasi tersebut adalah Koperasi Amanah Hasanah dan didirikan oleh Bpk. Eno Sukarna. Koperasi tersebut di bentuk tahun 1996, jumlah anggota koperasi pada tahun 2012 adalah sekitar 90 s/d 100 anggota tetap.  Jenis koperasi yang dijalankan adalah yaitu koperasi simpan pinjam, koperasi sekolah, dan koperasi jual beli. Dalam koperasi simpan pinjam batas maksimal pinjaman adalah 5.000.000, bunga yang dikenakan 20% dari pinjaman dan lamanya pinjaman tersebut dikembalikan adalah 10 bulan. Sedangkan dalam koperasi sekolah dan jual beli , barang yang diperjualbelikan contohnya seperti baju seragam sekolah, alat-alat tulis,buku-buku, sembako, makanan dan minuman. Susunan anggota koperasi ini sebagai berikut :
 Pembina         : Drs. Tri Suharnowo, MM
 Ketua             : Drs. Rakhmat
             Sekretaris       : Rully Ramadhansyah
             Bendahara      : Dra. Atik Widayati. A. Md
             Penasehat       : 1. Eno Sukarna
                                     2. H. Darmawan
             Pengawas       : 1. Luthfi, S. Ag
                                      2. Dra. Andayani Widayanti
             Seksi Usaha    : 1. Drs. Sumidi
                                      2. Dra. Lia Linawati

3.    3.    Sebutkan program-program apa yang sudah dijalankan oleh pemerintah dalam bidang koperasi
Jawab :
Selama era pembangunan jangka panjang tahap pertama, pembangunan kopersi di Indonesia telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup memuaskan. Selain mengalami pertumbuhan secara kuantitatif, secara kualitatif juga berhasil mendirikan pilar-pilar utama untuk menopang perkembangan koperasi secara mandiri. Pilar-pilar itu meliputi antara lain: Bank Bukopin, Koperasi Asuransi Indonesia, Kopersi Jasa Audit, dan Institut Koperasi Indonesia.
Walaupun demikian, pembangunan koperasi selama PJP I masih jauh dari sempurna. Berbagai kelemahan mendasar masih tetap mewarnai wajah koperasi. Kelemahan-kelemahan mendasar itu misalnya adalah: kelemahan manajerial, kelemahan sumber daya manusia, kelemahan modal, dan kelemahan pemasaran. Selain itu, iklim usaha yang ada juga terasa masih kurang kondusif bagi perkembangan koperasi. Akibatnya, walaupun secara kuantitatif an kualitatif koperasi telah mengalami perkembangan, namun perkembangannya tergolong masih sangat lambat.
Bertolak dari pengalaman pembagunan koperasi dalam era PJP I itu, maka pelaksanaan pembangunan koperasi dalam era PJP II diharapkan lebih ditingkatkan, sehingga selain koperasi tumbuh menjadi bangun perusahaan yabg sehat dan kuat, peranannya dalam berbaai aspek kehidupan bangsa dapat lebih ditingkatkan pula. Hal itu sejalan dengan salah satu sasaran pembangunan ekonomi era PJP II, yaitu pertumbuhan koperasi yang sehat dan kuat.
Untuk mencapai sasaran itu, maka sebagaimana dikemukakan dalam GBHN, kebijakan umum pembangunan koperasi yang dijalankan oleh pemerintah dalam Pelita VI ini diarahkan untuk mengembangkan koperasi menjadi makin maju, makin mandiri, dan makin berakar dalam masyarakat, serta menjadi badan usaha yang sehat dan mampu berperan di semua bidang usaha, terutama dalam kehidupan ekonomi rakyat, dalam upaya mewujudkan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, maka pembangunan koperasi diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi, manajemen, kewiraswastaan, dan permodalan dengan di dukung oleh peningkatan jiwa dan semangat berkoperasi menuju pemantapan perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar